The power of doa ibu

Oh iya, kemarin ada junior dikampus yg ngechat saya dan tanya, ka Ety Ujian RS itu bagaimana ? Susahkah ?
Jadi ujian Rumah Sakit itu adalah Ujian ya di Rumah Sakit :D. Tidak deng
Ujian nya mmg di Rumah sakit, tetapi kita berhadapan langsung sama pasien. Nah, kita akan diuji bagaimana kita sebagai mahasiswa perawat memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan teori serta praktik yg telah didptkan selama perkuliahan serta praktik klinik yg telah beberapa kali kami lewati. Perlu kalian ketahui bahwa saat praktik klinik, ketika kami akan menulis Asuhan Keperawatan dimulai dari pengkajian, semua data dan informasi yg berkaitan dgn status kesehatan pasien kami dapatkan melalui anamnesa (wawancara) yg memiliki format khusus. Nah berbeda dgn ujian RS, utk meng Anamnesis pasien, kami hanya dikasih selembar kertas kosong dan urutan format yg biasa digunakan utk pengkajian harus sudah dihafal "diluar kepala". Setelah selesai menganamnesa pasien kami mulai menulis Asuhan keperawatan dimulai dari pengkajian hingga evaluasi dgn waktu yg hanya 3 jam kurang karena waktu sebagian sudah dipakai saat anamnesis.
Deg-degannya itu lebih pada "dikejar waktu" sebenarnya selain pada saat implementasi tentunya. Karena saat implementasi yah kami diamati oleh penguji, apakah tindakan kami tapat dan sesuai dgn diagnosa yg kami angkat dan intervensi yg telah kami rencanakan. Serta sesuaikah tindakan kami dgn SOP keperawatan.

Satu cerita yg betul2 membuat saya terkesan, Saya mendapat Ruang penyakit dalam utk ujian, dan diruangan itu ada 29 mahasiswa yg akan ujian. RS Pasarwajo kurang akan pasien. Diruangan sj cuman ada 5 pasien. Jadi senin kemarin kami sudah mulai ke RS utk cabut lot. Iya sistemnya seperti itu. Akan ada 29 lot dengan 5 lot yg berisi nama pasien dan selebihnya adalah lot kosong. Jika kamu mendapat lot nama pasien, maka kamu ujian. Tetapi jika kamu mendapat lot kosong, maka kamu pulang. Silahkan kembali esok hari. Saat senin saya pulang, karena mendapat lot kosong. Jadinya kesal jg, karena sdh siap ujian tp malah harus plg. Sampe dirumah karena sy plg cpt (sebelum shalat dzuhur) mama langsung tebak, kamu dpt lot kosong ? Sy langsung ketawa hahaha "iya ma"
Rabu kemarin, pas baru mau berangkat ke pw, mama bilang begini "hari ini kamu dapat pasien (dgn sangat yakin dan percaya dirinya)" padahal saya sj belum tau kondisi di RS bagaimana, sy cuman bilang "amin" terus mama sambung "tadi subuh mama dzikir dan niatkan kamu". Sy cuman tersenyum dan mengambil tangannya lalu menciumnya tanda utk izin berangkat.
Sampai nya di RS jam 9.30 masuk ruangan. Penguji langsung menyodorkan banyak gulungan kertas dan kami maju satu per satu utk mengambilnya. Setelah membuka gulungan kertas itu saya tersenyum sambil mengingat mama, dalam hati berkata "The power of doa ibu" mama paling bisa dan paling tahu, paling percaya diri. Saya bersyukur, akhirnya dihari kedua sy bisa ujian juga. Semua berkat doa mama.
Sekarang saya sdh selesai ujian loh, tinggal responsi sih, tadi sdh responsi sama 1 penguji, tinggal 2 lagi. Mungkin saya mau responsi senin saja, mau istrahat dlu, lanjutkan pengajian yg tertunda. Yg penting ONE STEP CLOSER :D

Komentar

Postingan Populer